bedigas-hand-disinfection-covid-19-indonesia

7 Mitos tentang Virus Corona Namun Sayangnya Masih Dipercaya oleh Masyarakat

BEDIGAS.COM – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus terjadi. Peningkatan jumlah pasien terinfeksi menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Di tengah persebaran Covid-19 yang terus menelan ribuan korban, banyak bertebaran informasi yang salah tentang Covid-19 ini.

Informasi-informasi yang tidak benar mengenai virus corona ini juga menjadi salah satu hal yang berbahaya dan bisa memicu kepanikan, mengingat masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai Covid-19 sekaligus rendahnya budaya pola hidup bersih dan sehat.

Kali ini, Bedigas bakal mengulas 7 Mitos tentang Virus Corona Namun Sayangnya Masih Dipercaya oleh Masyarakat. Ulasan ini mengacu unggahan Twitter dari Kepala Penyakit Menular University of Maryland Upper Chesapeake Health, Faheem Younus MD beberapa waktu lalu.

1. Virus Covid-10 Menghilang Ketika Musim Panas.

Pemahaman ini tidak tepat. Sebab, pandemi virus tidak mengikuti pola cuaca. Penyebaran virus bersifat global.

2. Virus Covid-19 Menyebar melalui Gigitan Nyamuk.

Ini salah. Menurut Faheem Younus, infeksi virus Corona atau Covid-19 menyebar melalui tetesan pernapasan, bukan menyebar melalui darah. Karenanya, nyamuk tidak akan meningkatkan penyebaran virus.

3. Menahan Napas 10 detik Akan Membebaskan Diri dari Covid-19.

Ini juga sebatas mitos. Pasien Covid-19 tetap mampu menahan napas hingga lebih dari 10 detik, terutama sebagian besar pasien muda. Selain itu, orang tua yang sehat sudah tentu akan kesulitan menahan napas hingga 10 detik.

4. Donor Darah Bisa untuk Menguji Infeksi Covid-19.

Pemahaman ini salah. Tidak ada bank darah yang menguji Covid-19. Namun, jangan berhenti mendonorkan darah di PMI karena takut menularkan virus. Seperti diketahui, virus tidak menular melalui darah.

5. Minum Banyak Air Putih Akan Membunuh Covid-19

Ini salah. Minum banyak air supaya virus Covid-19 yang ada di tenggorokan terdorong masuk ke lambung, dimana asam akan membunuhnya, hal semacam itu tidak akan terjadi. Sebab, virus memang akan masuk ke tenggorokan tetapi akan langsung menembus ke dalam sel inang. Jika minum terlalu banyak air, hanya akan membuat Anda sering ke toilet.

6. Social Distancing adalah Aktivitas yang Berlebihan.

Salah. Melakukan aktivitas dengan terus jaga jarak terbukti menjadi salah satu cara ampuh untuk membatasi penyebaran virus Covid-19.

7. Hand Sanitizers Lebih Baik daripada Sabun dan Air.

Salah. Faheem Younus menyebutkan bahwa sabun dan air lebih efektif membunuh dan menyapu virus Covid-19 dari kulit. Karena itu, tidak perlu berlebihan dalam menggunakan hand sanitizers.

Baca: 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Paru-paru dari Rumah

Itulah 7 Mitos tentang Virus Corona Namun Sayangnya Masih Dipercaya oleh Masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19 ini, jaga jarak dan menggunakan ketika beraktivitas serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi hal yang penting untuk terus dilakukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.