media center covid 19

Begini Cara Purbalingga Menangani Persebaran Virus Corona Covid-19

BEDIGAS.COM, PURBALINGGA – Virus Corona Covid-19 sudah menyebar di lebih dari 40 negara di dunia. Jumlah penderita terpapar virus Corona Covid-19 Indonesia juga terus mengalami peningkatan jumlah dari hari ke hari.

Kini, WHO telah menetapkan virus Corona Covid-19 sebagai pandemi. Hal ini karena adanya peningkaan jumlah kasus hingga 13 kali lipat, dalam dua pekan terakhir ini.

Sebagai informasi, pandemi adalah persebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia. Level pandemi lebih tinggi dibandingkan status epidemi. Dalam beberapa kesempatan, pandemi kerap disebut epidemi global.

Sementara epidemi merupakan situasi ketika penyakit menyebar cepat di antara banyak orang dan dalam jumlah lebi banyak dibandingakn normal. Pandemi terakhir diberlakukan pada pandemi H1N1 pada tahun 2009.

Kabupaten Purbalingga juga bersiap menghadapi persebaran virus Corona Covid-19. Karena, Purbalingga banyak dihuni Warga Negara Asing (WNA) karena adanya industri rambut dan bulu mata palsu hingga banyak warga Purbalingga yang bekerja di luar negeri.

Menghadapi situasi ini, Dinas Kesehatan Purbalingga akan meningkatkan pengawasan warga yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis virus Corona Covid-19. Salah satunya dari Korea Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga drg Hanung Wikantono MPPM berkata, pemantauan akan dilakukan melalui layanan kesehatan di tiap wilayah untuk mengetahui WNA yang datang ke tanah air dari negara asal. “Kalau pulang, mereka biasanya diperiksa di bandara maupun pelabuhan. Tidak ada yang langsung pulang ke Purbalingga,” kata Hanung.

Walaupun sudah di-screening, petugas Dinkes tetap akan mengecek kesehatan WNA tersebut. Pengecekan dilakukan dengan pemeriksaan suhu tubuh. “Kalau suhunya tinggi, maka akan diisolasi, ” kata dia.

Dinas Kesehatan Purbalingga mengimbau Puskemas meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respons. Jika ada pasien yang mengalami gejala berupa panas lebih dari 38 derajat celsius, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, petugas kesehatan diminta melakukan analisa serta  karantina.

“Harus ditanya apakah pernah ke luar negeri atau baru pulang, ataupun pernah ke Korea, Singapura, Malaysia maupun India. Kalau ada ya langsung karantina,” ujar dia.

Dinkes menyiapkan tempat karantina di RSUD Dr Goeteng Taroenadibrata. Selanjutnya pasien dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo. “Fasilitas kesehatan harus merujuk secara berjenjang di tata laksana sesuai prosedur dan penanganan virus corona,” kata dia.

Hanung meminta masyarakat tidak panik. Karena , virus Corona Covid-19menular melalui kontak langsung dengan pengidap. Cara terbaik agar terhindar dari virus corona ialah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Saya mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan cara mencuci tanganbdengan sabun dan menjaga asupan gizi yang baik,” ujar dia.

Tentang penggunaan masker, Hanung berkata hal itu berlaku untuk yang sakit. Orang yang sehat, kata dia, tak perlu memakai masker. “Kecuali di keramaian, seperti di bandara atau di trem,” ujar dia.

Namun kepanikan massal membuat harga masker di beberapa daerah melonjak. Polres Purbalingga bahkan sampai mengecek masker di sejumlah apotek dan minimarket untuk memastikan ketersediaan dan mencegah praktik  penimbunan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.