Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak di Kehamilan Muda

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak di Kehamilan Muda

BEDIGAS.COM – Menjaga kesehatan ibu dan anak di fase kehamilan muda merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Hal ini demi menjaga kondisi kesehatan ibu sekaligus memastikan proses pembentukan dan perkembangan organ janin di dalam kandungan berjalan dengan baik.

Masa awal kehamilan atau hamil muda menjadi momen yang penuh kehati-hatian. Banyak perubahan yang dialami. Mulai dari penyesuaian tubuh yang dipicu oleh perubahan hormon saat hamil hingga kebiasaan ibu hamil.

Berbagai perubahan yang dialami tersebut, sebaiknya ditanggapi secara tepat untuk memastikan perkembangan organ janin di dalam kandungan tumbuh dengan sehat serta menjauhkan diri dari ancaman penyakit dan risiko keguguran.

Disarikan dari berbagai sumber, berikut ini tiga cara mudah untuk menjaga kesehatan ibu dan janin ketika kehamilan muda, sehingga janin tumbuh sehat dan jauh dari risiko keguguran.

Selalu Perhatikan Asupan Gizi

Makan makanan bergizi selama masa kehamilan hamilan muda penting bagi ibu maupun janin. Makanan bergizi dapat membantu perkembangan otak janin menjadi lebih baik, berat lahir yang sehat, sekaligus mengurangi risiko bayi terlahir cacat.

Asupan gizi yang mencukupi juga mengurangi risiko ibu hamil mengalami anemia, serta gejala kehamilan umum seperti kelelahan dan mual di pagi hari. Bahkan, asupan nutrisi yang baik mampu membuat lancar persalinan.

Pada awal kehamilan, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin C, kalsium buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, makanan kaya zat besi, dan lemak yang cukup. Selain itu perbanyak minum air putih.

Sebagian kebutuhan nutrisi selama kehamilan awal bisa dipenuhi juga dengan mengonsumsi suplemen vitamin prenatal. Asam folat dan Vitamin B sangat penting bagi pertumbuhan awal janin ketika masih hamil muda.

Jangan lupa untuk hindari juga konsumsi makanan yang belum matang. Konsultasikan denagn dokter mengenai kebutuhan gizi, suplemen dan makanan apa saja yang harus dihindari, demi menjaga kesehatan ibu dan janin saat kehamilan muda.

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Sangat penting bagi ibu yang hamil muda untuk menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menjauhkan diri dari asap rokok, alkohol dan kafein hingga melakukan olahraga secara rutin.

Rokok, alkohol dan kafein dapat memengaruhi aliran darah dan pengiriman oksigen ke janin, sehingga bisa mengganggu pertumbuhan janin dan memicu berbagai komplikasi kehamilan. Seperti pendarahan vagina, kehamilan ektopik, placental abruption, dan persalinan prematur.

Melakukan olahraga ringan merupakan aktivitas yang sangat baik untuk ibu hamil dan janinnya. Olahraga ringan seperti jogging, berenang hingga senam kegel terbukti bermanfaat bagi ibu dan bayi. Melakukan olahraga 30 menit sehari dapat membantu sirkulasi darah, memperkuat otot, mengurangi sakit punggung, mengatasi sembelit, meningkatkan energi dan mengurangi stres.

Penting juga untuk selalu konsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga atau aktivitas-aktivitas lainnya. Apalagi jika ibu hamil tergolong kategori berisiko tinggi. Jika memungkinkan, sebaiknya perbanyak istirahat.

Mempererat Hubungan dengan Pasangan

Kehamilan merupakan momen tepat untuk meningkatkan keintiman pada pasangan. Terlebih lagi pada masa-masa hamil muda. Sampaikan secara terbuka mengenai kebutuhan, kekhawatiran, permasalahan, dan harapan yang sedang dirasakan. Membahas hal-hal tersebut bersama akan membantu memperkuat rasa kebersamaan sebagai pasangan

Apalagi di masa kehamilan muda, aktivitas seksual ibu hamil tak jarang terganggu, lantaran mual, lelah, kehilangan mood, stress, hingga terjadinya morning sicknes. Kondisi ini tentu membuat hubungan suami istri menjadi tidak nyaman.

Apabila sudah bisa meningkatkan rasa kebersamaan, pilih waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Jika kehamilan dalam kondisi baik, tidak perlu khawatir jika aktivitas seksual akan berdampak terhadap janin. Karena janin dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, cairan di leher rahim, dan otot rahim.

Nikmati tahapan demi tahapan kehamilan. Tidak perlu memaksakan ataupun menghakimi kondisi. Saling memberi dukungan dan pengertian akan membuat proses kehamilan selama sembilan bulan berjalan dengan baik dan janin tumbuh dengan sehat.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Paru-paru dari Rumah

Masa-masa kehamilan muda memang membutuhkan perhatian khusus. Baik perhatian kepada ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Keluhan yang timbul pada masa tersebut, harus disikapi secara tepat demi menjaga kehamilan tetap sehat.

Selalu lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin konsultasikan perkembangan kehamilan kepada bidan ataupun dokter dari awal kehamilan hingga mendekati waktu lahir. Dengan begitu jika ada masalah, akan segera ditemukan solusinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *