Mengenal Serangan Jantung, Penyakit yang Merenggut Nyawa Artis Ashraf Sinclair

Mengenal Serangan Jantung, Penyakit yang Merenggut Nyawa Artis Ashraf Sinclair

BEDIGAS.COM – Ashraf Daniel Mohammed Sinclair, suami artis Bunga Citra Lestari (BCL), mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020, pukul 04.10 WIB. Ashraf diduga meninggal karena serangan jantung.

Kabar ini begitu mengejutkan karena begitu tiba-tiba. Dalam waktu singkat kabar tentang kematian artis sinetron sekaligus investor startup ini memenuhi laman-laman berita media online.

Banyak di antaranya yang mengupas kehidupan Ashraf hingga detik terakhir hidupnya. Namun sudahkan Anda tahu tentang penyakit jantung yang merenggut pria kelahiran Inggris ini secara mendadak?

Dikutip dari Sehatq.com, jantung adalah salah satu organ tubuh yang sangat vital karena memiliki fungsi memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

Jantung bekerja dengan berdenyut selama 60-100 kali per menit atau kurang lebih 100 ribu kali per hari dan setara dengan 2,5 miliar kali seumur hidup.

Selain itu, jantung memompa kurang lebih 70 cc darah/denyut atau kurang dari 227 juta L seumur hidup, serta setara dengan mengitari 100 ribu km pembuluh darah mendapat makanan dari arteri jantung.

Oleh sebab itu, menjaga kesehatan jantung sangat penting dilakukan untuk menghindari risiko terkena penyakit jantung. Satu di antara cara mendeteksi penyakit jantung yaitu dengan mengenali tanda-tanda dan gejala serangan jantung sejak dini.

Jenis Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, dr Andriga Dirgantomo Sp JP FIHA, mengatakan seluruh struktur organ jantung dapat mengalami kelainan atau penyakit.

Penyakit jantung dapat terjadi sejak lahir (kongenital), akibat kelainan pembentukan jantung, dan penyakit jantung koroner. “Hal yang paling ditakuti dan dikenal masyarakat adalah penyakit jantung koroner karena dapat menyebabkan kematian jantung mendadak,” ujar dr Andriga.

Ada beberapa penyakit jantung yang perlu diwaspadai. Jenis penyakit jantung itu antara lain:

  • Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Penyakit jantung bawaan terjadi akibat kelainan pembentukan jantung ketika janin masih dalam kandungan ibu. Penyakit jantung bawaan dapat berupa cacat pada sekat jantung, adanya pembuluh darah yang tidak menutup, posisi pembuluh darah tertukar, dan gabungan berbagai kelainan jantung.

Secara umum, PJB dibagi dalam dua kategori berbeda, yaitu kondisi anak tidak terlihat biru (PJB nonsianosis) dan kondisi anak terlihat biru (PJB sianosis). Untuk penanganannya, tergantung dari jenis PJB yang diderita.

  • Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung bisa berupa penyempitan atau pelebaran diameter katup. Penyakit katup jantung yang paling sering terjadi adalah stenosis mitral dan stenosis aorta. Penyakit katup jantung umumnya disebabkan oleh penyakit rematik dan infeksi.

Keluhan penyakit ini meliputi sesak saat beraktivitas, serta dapat muncul saat penyakit sudah tergolong cukup berat. Ketika dokter melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop, detak jantung Anda akan terasa tidak beraturan (abnormal).

Selanjutnya, dokter spesialis jantung akan meminta pasien untuk melakukan ekokardiografi, yang bertujuan untuk melihat struktur jantung dengan lebih jelas. Jika diperlukan, tindakan pembedahan mungkin dilakukan untuk mengobati penyakit katup jantung.  

  • Penyakit Jantung Koroner

Penyakit ini dapat disebabkan penyempitan arteri jantung akibat aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dalam dinding arteri koroner (pembuluh yang mengalirkan darah menuju otot jantung).

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di dunia. Pasalnya, penyakit jantung koroner dapat menimbulkan serangan jantung hingga menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya.

Dokter Andriga menjelaskan kematian jantung mendadak merupakan kematian yang terjadi dalam waktu beberapa menit hingga satu jam setelah terjadi gejala. Penyebab utamanya adalah kelainan jantung.

Kematian jantung mendadak adalah kematian yang tidak disaksikan (unwitness). “Kelainan jantung mungkin sudah diketahui, tetapi waktu dan cara kematiannya tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

Bagaimana Serangan Jantung Dapat Terjadi?

Serangan jantung bisa terjadi akibat berhenti atau berkurangnya pasokan darah ke otot jantung secara mendadak. Hal tersebut yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh jantung oleh gumpalan darah.

Serangan jantung dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya efek pada jantung yaitu kerusakan otot jantung dan kelainan irama jantung atau henti jantung mendadak. Selain itu juga ada efek pada tubuhyaitu kerusakan organ karena kurangnya pasokan darah.

Serangan jantung dapat terjadi kapan dan di mana saja. Maka dari itu, penting untuk melakukan deteksi penyakit jantung sedini mungkin.

Cara Mencegah Penyakit Jantung

Kematian yang disebabkan penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung:

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat, bila perlu konsultasikan ke dokter ahli gizi.
  • Mengurangi berat badan berlebih.
  • Mengurangi asupan makanan tinggi kalori.
  • Mengurangi asupan garam.
  • Mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak.
  • Mengurangi minum minuman beralkohol.
  • Meningkatkan asupan buah-buahan, sayur-sayuran, dan sereal.
  • Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin, minimal 30 menit sehari selama 3-4 kali setiap minggu.

Tak ada salahnya Anda untuk melakukan skrining kesehatan, terutama apabila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner, atau keluarga dekat pasien dengan PJK prematur (pria kurang dari usia 55 tahun dan wanita kurang dari 65 tahun).

Pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung secara rutin. Dengan begitu, jika Anda mengalami tanda-tanda penyakit jantung dapat dideteksi dan diberikan penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *